Bulan: Februari 2026

Wajik Betawi: Kue Tradisional yang Sarat Makna Budaya

Wajik Betawi: Kue Tradisional yang Sarat Makna Budaya

Wajik Betawi bukan sekadar kue lebaran atau hantaran. Di tengah hiruk-pikuk Jakarta, banyak orang masih mencari wajik Betawi setiap kali ingin merasakan rasa manis autentik yang membawa kenangan masa kecil. Kue ini terbuat dari ketan hitam atau ketan putih yang direbus dengan gula merah, santan, dan sedikit garam, lalu dibentuk kotak kecil dan dibungkus daun pisang atau plastik food-grade. Aromanya khas manis legit dari gula merah, gurih dari santan, dan sedikit wangi pandan yang bikin ketagihan.

Di tahun 2026 ini, wajik Betawi tetap bertahan meski banyak kue modern bermunculan. Banyak keluarga Betawi masih membuatnya sendiri saat Lebaran atau acara keluarga, sementara di luar komunitas Betawi, kue ini justru semakin dicari sebagai oleh-oleh khas Jakarta. Rasanya yang tidak terlalu manis berlebihan dan tekstur kenyalnya membuat wajik ini cocok dinikmati kapan saja baik sebagai camilan sore maupun teman minum teh.

Sejarah Singkat dan Makna Wajik Betawi

Wajik sudah ada sejak zaman Kesultanan Banten dan masuk ke Betawi melalui perdagangan serta perkawinan antarsuku. Nama “wajik” konon berasal dari kata Arab “wajd” yang berarti menemukan atau mendapatkan menggambarkan rasa bahagia saat memakannya. Di masyarakat Betawi, wajik sering jadi bagian dari hantaran lamaran atau siraman pengantin karena bentuknya yang rapi dan makna “manisnya kebersamaan”.

Bahan utamanya sederhana: ketan, gula merah asli, santan kelapa parut, dan daun pandan. Proses pembuatan memakan waktu lama karena ketan harus diaduk terus agar tidak gosong dan gula merah meresap sempurna. Banyak ibu-ibu di kampung Betawi masih mempertahankan cara tradisional ini, sementara di pasar modern sudah ada versi kemasan yang lebih praktis.

Ciri Khas Wajik Betawi yang Membedakannya

Wajik Betawi asli punya tekstur kenyal tapi tidak lengket di gigi. Warnanya cokelat tua kehitaman kalau pakai ketan hitam, atau cokelat muda kalau ketan putih. Rasa gurih santan dan manis gula merah harus seimbang tidak boleh terlalu manis karena akan terasa enek. Beberapa versi premium menambahkan kacang tanah sangrai atau wijen di atasnya untuk tambahan crunch.

Beda dengan wajik dari daerah lain (misalnya wajik klepon dari Jawa Tengah yang pakai kelapa parut), wajik Betawi lebih kering dan padat, sehingga lebih awet di simpan. Kue ini juga tidak terlalu berminyak, cocok untuk orang yang ingin camilan manis tanpa rasa bersalah berlebihan.

Cara Menikmati dan Menyimpan Wajik

Wajik paling enak di makan langsung setelah di buka dari bungkus daun pisang aromanya masih kuat dan teksturnya paling kenyal. Bisa di makan sebagai camilan sore dengan teh hangat atau kopi tubruk. Kalau ingin lebih istimewa, potong kecil-kecil dan sajikan bersama es cendol atau es campur perpaduan manis legit dan dingin segar sangat pas di cuaca Jakarta.

Untuk penyimpanan, simpan di wadah kedap udara di suhu ruang (bisa tahan 5–7 hari). Kalau ingin lebih lama, masukkan ke kulkas tapi keluarkan 10–15 menit sebelum di makan agar teksturnya kembali kenyal. Hindari simpan di freezer karena bisa merusak tekstur.

Di Mana Bisa Beli Wajik Betawi Asli dan Enak

Di Jakarta, beberapa tempat masih terkenal dengan wajik Betawi autentik:

  • Pasar Santa dan Pasar Baru banyak pedagang tradisional yang bikin sendiri.
  • Toko kue Betawi di Kemayoran atau Tanah Abang.
  • Brand kemasan seperti Ny. Kamso atau Makmur Jaya yang sudah go modern tapi rasa tetap tradisional.

Kalau ingin yang homemade, banyak ibu-ibu di grup Facebook “Kuliner Betawi” yang terima pesanan custom.

Wajik Betawi Layak Jadi Camilan Andalan

Wajik membuktikan bahwa kue tradisional bisa tetap relevan di tengah tren makanan kekinian. Rasa manis gurihnya yang khas, proses pembuatan yang penuh cerita, dan harganya yang ramah kantong membuatnya layak di coba dan di lestarikan. Banyak yang bilang, sekali mencicipi wajik asli Betawi, rasanya sulit kembali ke kue manis pabrikan.

Sudah pernah makan wajik Betawi asli? Pakai ketan hitam atau putih yang kamu suka? Atau punya tempat langganan wajik terenak di Jakarta? Ceritakan di kolom komentar yuk! Share juga kalau ada resep keluarga atau varian unik yang kamu tahu bisa jadi inspirasi buat pembaca lain yang lagi kangen rasa kampung halaman. Selamat menikmati wajik manisnya mengingatkan kita pada akar budaya yang masih hidup!

Posted by admin in Makanan Tradisional, 0 comments